Rakyat News – Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa ia meminta FIFA untuk meninjau kartu merah yang diterima Folarin Balogun. Kejadian ini terjadi menjelang Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa ia hanya meminta ‘tinjauan’ terkait keputusan tersebut. Namun, keputusan FIFA yang membalikkan kartu merah tersebut memicu kemarahan di seluruh dunia.
FIFA mengubah keputusan itu pada hari Minggu dengan memberikan Balogun masa percobaan selama satu tahun. Keputusan ini menggunakan Pasal 27 dari Kode Disiplin FIFA yang jarang diterapkan.
Pasal tersebut dikenal sebagai ‘Aturan Cristiano Ronaldo’, merujuk pada kasus Ronaldo tahun lalu. Saat itu, komite disiplin FIFA menggunakan artikel tersebut agar Ronaldo dapat bermain di pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026.
Langkah ini kembali menyoroti hubungan FIFA dengan Presiden AS. Mereka berusaha memastikan turnamen berjalan lancar dan menguntungkan.
Setelah pernyataan Trump, Gianni Infantino, kepala FIFA, menyatakan bahwa meski ia berbicara dengan kepala negara, badan hukum FIFA bersifat independen.
Infantino menegaskan, “Saya menghormati keputusan yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin FIFA”. Ia menambahkan bahwa terkadang ia setuju atau tidak setuju dengan keputusan tersebut.
Trump berpendapat bahwa tidak ada pelanggaran dalam insiden yang melibatkan Balogun. Ia menggambarkan insiden itu sebagai dua pemain yang berlari cepat dan bertabrakan.
“Saya adalah orang yang mencintai olahraga dan memahami olahraga dengan baik. Itu bukan pelanggaran,” kata Trump.
Tim USA, dalam pernyataan di Good Morning America, menyatakan bahwa Balogun kini dapat berkontribusi di lapangan. Pelatih Tim USA, Tim Ream, menyampaikan bahwa Balogun sangat senang dengan berita tersebut.
Trump juga menyinggung wasit yang mengeluarkan kartu merah, menyebutnya “agak mencurigakan, jika Anda memeriksa masa lalunya”.









Komentar