Banda Aceh: Menjelang Hari Raya Iduladha, permintaan terhadap kebutuhan pokok (sembako) mengalami peningkatan yang memicu kenaikan harga, terutama beras. Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Pemerintah Aceh menggelar pasar murah di seluruh wilayah provinsi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Aceh, Mohd Tanwier mengatakan, kegiatan pasar murah tersebar di 23 kabupaten/kota dengan tiga titik pelaksanaan di setiap kecamatan, tergantung kondisi wilayah masing-masing.
“Pasar murah ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 26 sampai dengan 28 Mei 2025,” kata Tanwier dalam dialog bersama RRI Pro 1 pada Selasa (27/05/2025)
Tanwier merincikan, harga sembako yang dibandrol di pasar murah antara lain: beras seharga Rp100.000 per 10 kg, gula pasir Rp30.000 per 2 kg, minyak goreng Rp35.000 per 2 liter, tepung terigu Rp10.000 per kg, dan telur ayam Rp40.000 per papan. Subsidi dari pemerintah untuk setiap jenis sembako diperkirakan sekitar Rp10.000.
Menurutnya, setiap titik pelaksanaan pasar murah disediakan stok sembako yang cukup, seperti beras sebanyak 3.800 kg, gula pasir 1.000 kg, minyak goreng 1.000 liter, tepung 200 kg, dan telur ayam 500 papan.
“Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya menjelang Iduladha dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkas Tanwier. (Sarah)










Komentar