Laporan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang masuk ke Call Center 110 Polresta Banda Aceh berujung tak terduga. Seorang ibu rumah tangga di kawasan Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Wardiah, ternyata menghubungi polisi bukan karena kekerasan, melainkan karena kelaparan.
Panggilan darurat tersebut diterima petugas sekitar pukul 15.15 WIB. Menindaklanjuti laporan serius itu, personel kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Jaya Baru Iptu Tea Gustianingsih mengatakan, setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya kejadian KDRT seperti yang dilaporkan.
“Setelah kami cek, yang bersangkutan dalam kondisi sangat lapar. Ia mengaku kejadian KDRT itu sebenarnya sudah terjadi satu tahun lalu,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Iptu Tea menjelaskan, Wardiah menghubungi polisi karena tidak tahu harus meminta bantuan ke mana saat membutuhkan makanan. Kondisi ekonomi yang sulit membuatnya terpaksa mencari perhatian melalui layanan darurat.
Alih-alih menindak secara hukum, petugas justru mengambil langkah humanis. Polisi langsung membelikan makanan siap saji dan air mineral untuk memenuhi kebutuhan mendesak Wardiah.
“Petugas juga mendengarkan keluh kesah beliau dan memberikan bantuan langsung di lokasi,” kata Iptu Tea.
Selain itu, polisi menyarankan agar Wardiah berkoordinasi dengan aparatur gampong setempat untuk mendapatkan bantuan sosial secara berkelanjutan.
“Tugas polisi bukan hanya penegakan hukum, tapi juga hadir membantu masyarakat yang kesulitan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban beliau,” pungkasnya.











Komentar