Kapal kargo Dali dilaporkan mengalami kehilangan daya sebelum menabrak Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat, pada Selasa (26/3/2024) dini hari waktu setempat, sehingga membelah jembatan tersebut menjadi dua bagian.
Insiden tersebut menyebabkan kekacauan besar di sekitar area tersebut. Kapal yang seharusnya melintasi jembatan itu justru menyangkut di bagian jembatan, menyebabkan jembatan itu roboh ke sungai. Ledakan dan api terlihat terpancar dari kapal Dali setelah tabrakan tersebut. Donald Heinbuch, seorang pensiunan kepala pemadam kebakaran Baltimore, menggambarkan suara gemuruh yang mengguncang rumahnya selama beberapa detik seperti gempa bumi atau guntur yang menggelegar.
Gubernur Maryland, Wes Moore, mengonfirmasi bahwa kapal kargo tersebut mengalami kehilangan daya sejenak sebelum tabrakan terjadi. Moore mengatakan panggilan darurat dari kapal tersebut memungkinkan pihak berwenang untuk membatasi lalu lintas di jembatan sebelum kecelakaan itu terjadi. Meskipun demikian, penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut murni disebabkan oleh masalah teknis dan tidak ada indikasi teroris.
Pada bulan Juni 2024, para inspektur menemukan masalah pada mesin kapal tersebut. Namun, pada pemeriksaan terakhir pada bulan September, tidak ada masalah yang ditemukan. Kapal Dali yang dimiliki oleh Grace Ocean PTE telah diinspeksi setidaknya 27 kali di pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia sejak pembuatannya pada tahun 2015.
Menurut Equasis, inspeksi di sebuah pelabuhan di Chili pada bulan Juni sebelumnya mengidentifikasi masalah pada mesin penggerak dan mesin bantu kapal. Inspeksi terakhir yang tercatat dilakukan oleh Penjaga Pantai AS di New York pada 13 September 2023. Namun, pada saat itu, pemeriksaan standar tidak menemukan kekurangan.
Mengenai peristiwa ini, Presiden Joe Biden menyatakan niatnya untuk segera melakukan perjalanan ke Baltimore. Dia berencana agar pemerintah federal turut serta dalam pemulihan dari bencana ini. “Kami akan bekerja sama membangun kembali pelabuhan itu,” kata Biden dalam pernyataan singkat dari Gedung Putih pada Selasa (26/3).[red]









Komentar