Evakuasi Gagal, Mahasiswa KKN Diduga Jalan Kaki 60 Km

BENER MERIAH – Upaya pencarian 10 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang terjebak pascabanjir di Samar Kilang kembali mengalami perubahan arah.

Dua helikopter yang dikerahkan untuk mengevakuasi mereka pada Senin (8/12/2025) justru menemukan lokasi yang telah kosong.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bener Meriah, Anwar Sahdi, menjelaskan bahwa tim udara telah menelusuri titik koordinat yang selama ini ditetapkan sebagai lokasi para mahasiswa, tepatnya di Kampung Blang Panu.

Namun begitu helikopter tiba dan melakukan pengecekan visual, area yang sebelumnya menjadi titik bertahan mereka sudah tidak dihuni lagi.

“Mereka sudah tidak berada di tempat. Informasi yang kami dapat, sepuluh mahasiswa itu sudah berjalan kaki menuju Pondok Baru,” kata Anwar.

Menurutnya, perpindahan para mahasiswa ini membuat rencana evakuasi harus disesuaikan ulang. Perjalanan dari Samar Kilang ke Pondok Baru tidak mudah, bahkan untuk warga setempat sekalipun. Jalurnya panjang, terjal, dan sebagian besar tertutup material longsor.

Evakuasi sebenarnya sudah dijadwalkan sejak Sabtu (6/12). Namun, padatnya operasi penerbangan untuk pengiriman logistik dan penanganan korban bencana di berbagai titik membuat helikopter belum bisa masuk ke Samar Kilang. Cuaca yang berubah-ubah juga ikut membatasi waktu terbang.

Pada misi Senin, selain melakukan penyisiran, helikopter membawa 500 kilogram beras untuk warga setempat yang masih kesulitan menerima pasokan bantuan darat.

“Medannya tidak mudah. Kami berharap para mahasiswa itu tetap dalam keadaan baik sampai bertemu tim,” tambah Anwar.

Sebelumnya, Kalaksa BPBD Bener Meriah, Safriadi, menyebutkan bahwa para mahasiswa KKN itu sudah 11 hari terjebak tanpa akses keluar dari Samar Kilang akibat banjir besar yang memutus jalan dan menimbulkan banyak titik longsor.

“Ada laki-laki dan perempuan di antara mereka. Kondisinya menurun, beberapa cedera dan sudah kehabisan bekal,” kata Safriadi di Bandara Rembele, Sabtu (6/12).

Ia menegaskan bahwa tim gabungan masih bekerja maksimal untuk memastikan keberadaan mereka di jalur menuju Pondok Baru, termasuk berkoordinasi dengan masyarakat di kampung-kampung yang mungkin dilewati oleh para mahasiswa tersebut.

Dengan rute darat satu-satunya pilihan para mahasiswa, BPBD kini mengandalkan laporan warga sepanjang jalur pegunungan yang menghubungkan Samar Kilang–Pondok Baru.

Setiap pergerakan relawan dan aparat difokuskan untuk membaca tanda-tanda keberadaan mereka.

Informasi mengenai posisi terakhir para mahasiswa masih berkembang. Verifikasi lanjutan dari tim gabungan akan diperbarui segera setelah ada kepastian di lapangan.

Komentar