Meulaboh: Sekretaris Jenderal Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA), Azhari,menyampaikan adanya potensi eksploitasi anak pada kampanye dilaksanakan para kandidat peserta Pilkada serentak 2024 di Aceh. Ia prihatin akan adanya kondisi demikian.
Dalam gelaran kampanye Pilkada yang sedang berlangsung di Aceh, terdapat kekhawatiran signifikan terkait potensi eksploitasi anak. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan politik, seperti tarian dan aksi massa, menjadi sorotan utama yang dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kondisi psikologis dan perkembangan mereka.
Azhari, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait situasi ini. Ia menilai bahwa Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) terkesan membiarkan kampanye dilakukan dengan melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan. “Kita melihat ada mobilisasi anak dalam aksi kampanye. Ini jelas merupakan eksploitasi yang tidak bisa ditoleransi,” ungkap Azhari, Kamis (10/10/2024).
Ia menjelaskan bahwa pelibatan anak dalam kegiatan politik bukan hanya melanggar ketentuan hukum yang ada, tetapi juga dapat menciptakan dampak psikologis yang negatif. “Kondisi politik yang dinamis dan kadang provokatif dapat mengganggu kenyamanan anak, serta mengabaikan hak-hak dasar mereka,” lanjutnya.
Azhari menekankan pentingnya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mencegah eksploitasi anak dalam konteks politik. “Panwas harus lebih aktif dalam mengawasi dan menegakkan regulasi yang melarang pelibatan anak dalam kegiatan kampanye. Kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi dan ini harus di sampaikan ke jajaran paling bawah,” tegasnya.
Isu ini menjadi semakin relevan menjelang pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan berlangsung. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak, sehingga hak-hak anak dapat dihormati dan dilindungi dalam proses demokrasi.















Komentar