Jakarta : Dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan mencegah ancaman terorisme yang mengancam keutuhan bangsa, diskusi kebangsaan bertema “Mengukuhkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Generasi Tangguh Terhadap Ancaman Terorisme Guna Mewujudkan Pilkada Damai” digelar hari ini, Kamis (17/10/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan akademisi, tokoh agama, pemuda, hingga aparat penegak hukum.
Dalam diskusi yang berlangsung di salah satu pusat konferensi di Jakarta, para panelis menekankan pentingnya membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai benteng ideologi bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dianggap mampu menjadi dasar untuk membentuk masyarakat yang kuat dan kokoh dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk terorisme.
Salah satu pembicara, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga panduan moral yang harus ditanamkan sejak dini dalam membentuk generasi muda. “Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, kita dapat menciptakan generasi yang tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal dan ekstremisme,” ujarnya.
Selain itu, aparat keamanan yang hadir dalam diskusi ini juga membahas berbagai strategi untuk mencegah infiltrasi paham radikal selama proses Pilkada 2024. Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Agus Isnaini, Pilkada sering menjadi momen yang rawan bagi kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa dengan cara menebarkan teror dan ketakutan.
“Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif, namun dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga suasana kondusif,” katanya.
Diskusi ini juga mengajak para pemuda untuk berperan aktif dalam memerangi terorisme dengan menyebarkan pesan-pesan damai di media sosial. “Pemuda adalah agen perubahan. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian dan keamanan bangsa, terutama menjelang Pilkada,” ucap Nia Kusuma, aktivis muda yang juga menjadi peserta dalam diskusi ini.
Selain aspek keamanan, diskusi ini juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh. Ditekankan bahwa pendidikan harus diarahkan pada penguatan nilai-nilai Pancasila, sehingga generasi muda memiliki pondasi ideologi yang kuat dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme.
Pada akhir diskusi, seluruh peserta sepakat bahwa upaya mengukuhkan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Hal ini bukan hanya demi menghadapi ancaman terorisme, tetapi juga untuk mewujudkan Pilkada damai dan demokratis yang bebas dari konflik dan kekerasan.
Diskusi ini menutup dengan seruan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta bersama-sama mengawal proses Pilkada agar tetap berjalan damai, adil, dan transparan.
(Rahman/Mahasiswa Magang).









Komentar