Mahasiswa Singkil Unjuk Rasa di Socfin Indonesia Medan

Singkil :  Puluhan massa yang tergabung antara Mahasiswa dan Pemuda dari Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT. Socfin Indonesia di Kota Madya Medan, Sumatera Utara, Jum’at (12/7/2024).

Kedatangan massa ini, untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait beberapa dugaan aturan – aturan yang di abaikan oleh PT. Socfindo Indonesia, Yakni Perkebun perusahaan tersebut, yang berada di Lae Butar, Gunung Meriah, Aceh Singkil.

“Kedatangan kami untuk menyampaikan terkait sempadan sungai hingga saat ini masih ditemukan pohon kelapa sawit PT. Socfindo Kebun Lae Butar yang melewati garis sempadan sungai,” sebut Koordinator Aksi, Wajir Antoro, Jum’at (12/7/2024).

Oleh sebab itu tambah Wajir, mereka  medesak garis sempadan sungai yang masih ditemukan pohon kelapa sawit ini agar dapat dilakukan penghijauan (di hutankan) kembali. ” Kemudian kami juga mendesak agar pabrik kelapa sawit PT Socfindo Kebun Lae Butar segera di relokasi ke lokasi atau daerah lain, ” tambahnya.

Sebab terang Wajib, lokasi pabrik PT. Socfindo saat ini tercatat merupakan kawasan pemukiman dan perkotaan berdasarkan Qanun Aceh Singkil Nomor 2 Tahun 2013. Serta mereka juga mendesak PT. Socfindo agar segera melepas lahan untuk kepentingan umum sesuai dengan permintaan Pj Bupati Aceh Singkil melalui surat beberapa bulan yang lalu. ” Tuntutan ini setidaknya dapat menjadi pertimbangan dan di realisasikan perusahaan, ” harapnya

Ditempat yang sama, kepada para peserta unjukrasa. Kepala Bagian Umum PT Socfin Indonesia, Sugihartana, berdalih bahwa selama ini PT. Socfindo tidak ada melanggar aturan atau tertib aturan. ” Selama ini Socfindo selalu tertib ikuti aturan, ikuti undang – undang dan selalu taat akan hukum yang berlaku,” sebut Kepala Bagian Umum PT Socfin Indonesia, Sugihartana.

Sementara terkait usulan lain, seperti permintaan relokasi pabrik. Sugihartana mengatakan perlu dan butuh proses, dan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Singkil.  Khusus untuk sempadan sungai, mereka  sudah melakukan RSPO, dengan menjaga sempadan sungai secara tertib. Sehingga  sungai terjaga dengan baik.

“Sesuai yang ada di gambar itu sudah tanaman tua yang ada di situ, sehingga nanti di saat sudah tanaman muda tentu sudah tidak di tanam lagi, tapi yang tanaman tua tetap berjalan,” tambahnya.

Di sisi lain, Sugihartana menjawab seluruh tuntutan atau aspirasi yang di sampaikan para Pemuda dan Mahasiswa tersebut.

Komentar