Wakil Bupati Pidie Jaya, Ancam Tutup dan Bakar Dapur MBG

Meureudu – Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, diduga melancarkan pukulan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Gampong Sagoe, Trienggadeng, Muhammad Reza. Pemukulan tersebut tanpa didasari  sebab yang jelas. Pukulan terhadap petugas MBG tersebut dilakukan sebanyak lima kali dan mengancam akan menutup dan membakar dapur MBG itu.

Peristiwa pemukulan terhadap Kepala SPPG  terjadi di Dapur SPPG, Gampong Sagoe Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Kamis (30/10) sekira pukul 08.05 WIB, kala Hasan Basri datang ke dapur MBG tersebut.

Menurut pengakuan Muhammad Reza, ia dipukul Wakil Bupati Pidie Jaya sebanyak 5 hingga enam kali yang seluruh pukulan itu pada bagian kepalanya. Pemukulan itu dilakukan dalam tiga ronde kejadian.

Kronologi kejadian menurut Muhammad Reza, mulai pada pukul 07.58 WIB, di mana seluruh relawan yang terdiri dari Aslap, sopir dan CS, menyambut kedatangan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri tanpa ada pemberitahuan sebelumnya akan berkunjung.

Aslap, lanjut Reza, mengajak Hasan Basri untuk untuk masuk ke ruangan pemorsian. Setiba di ruangan pemorsian, lanjut dia, Wakil Bupati dengan sengaja meremas-remaa nasi yang tengah yang tengah dilakukan pemorsian.

Saat meremas-remas nasi tersebut, Hasan Basri ungkap Reza, menyebutkan nasi tersebut dingin. ” Padahal kami mengikuti Juknis yang berlaku, yaitu makanan didinginkan terlebih dahulu selama kurang lebih 4-6 jam sebelum dimasukkan dalam kemasan dan diantar ke sekolah,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa, jika makanan dimasukkan dalam keadaan panas ke dalam kemasan dan langsung diantar ke sekolah, akan menyebabkan makan basi. Dan itu sangat ditegur oleh Pemerintah jika makan yang disajikan ke siswa dalam keadaan basi.

Namun, celakanya, ungak Reza, penjelasan dari para relawan yang bertugas di SPPG tidak digubris sama sekali oleh Hasan Basri. Malahan, Wakil Bupati Pidie Jaya tersebut membentakan hingga mengancam akan memecat seluruh relawan dan menutup dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Tak hanya itu, dihadapan para relawan yang sedang bertugas melakukan pemorsian, sebut Muhammad Reza,  Hasan Basri juga mengancam akan membakar dapur MBG tersebut karena gedung itu adalah milik Pemkab Pidie Jaya. Ancaman itu dikeluarkan sambil membanting tempat nasi seraya mengeluarkan kata-kata kotor terhadap relawan.

” Saat diremas-remas nasi dan membentak relawan serta mengancam akan menutup dapur MBG serta membakarnya karena gedung itu milik Pemkab Pidie Jaya, saya keluar sebentar,” ujarnya.

Sekira pukul 08.00 WIB, terang Muhammad Reza, Wakil Bupati keluar dari tempat pemorsian. Dan dia juga membentak KaPok Trienggadeng serta tak mau mendengar penjelasan apapun yang disampaikan.

Dan pada pukul 08.05 WIB, saat Muhammad Reza kembali ke dapur, langsung menghampiri Wakil Bupati Pidie Jaya sambil mengulurkan tangan untuk salaman. Tanpa aba-aba apapun, Hasan Basri langsung memukulnya di bagian kepala.

” Tanpa babibu, begitu saya parkir motor, dan menghampirinya, Pak Wakil Bupati langsung meninju saya pada bagian kepala. Pukulan yang saya terima bukan hanya satu kali. Tapi sampai lima hingga enam kali. Sebanyak tiga ronde saya dipukul,” jelasnya.

Dari rekaman CCTV yang diperoleh Rakyat Aceh, usai meninju Muhammad Reza di halaman dapur MBG Sagoe Trienggadeng, kemudian Hasan Basri kembali mengejarnya hingga ke teras gedung. Di teras gedung tersebut Kepala SPPG Sagoe Trienggadang kembali menerima pukulan.

Muhammad Reza yang mencoba menghindar dari amukan Hasan Basri itu, kembali dikejar dan mendapat pukulan lagi di bagian kepala di halaman dapur MBG.

Koordinator BGN Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Ahlul Udri, menjawab Rakyat Aceh terkait pemukulan kepala SPPG Sagoe Trienggadeng, menyebutakan, akan melaporkan peristiwa itu ke Polisi dan melaporkan secara resmi ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Menjawab Rakyat Aceh lebih jauh, dia mengatakan, pihaknya tetap melaporkan sesuai dengan arahan BGN apabila ada kejadian apapun. ” Segera dilaporkan ke Deputi Pemantauan Dan Pengawasan Badan Gizi Nasional bang. Saya jalankan prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya

 

Komentar