Langsa – Pemerintah Kota Langsa berencana menghidupkan kembali jalur penyeberangan Kota Langsa, Provinsi Aceh – Penang, Malaysia. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mengembangkan kembali pelabuhan Kuala Langsa.
“Kita akan bentuk tim percepatan pengaktifan Pelabuhan Kuala Langsa, jadi kami harapkan bantuan dari semua pihak,” ujar Pj Wali Kota Langsa Ir Said Mahdum Majid saat rapat pembahasan pembukaan kembali jalur penyeberangan penumpang Kapal Ferry Langsa – Penang, Selasa (27/9/2022).
Dirinya menyampaikan, rapat tersebut diperoleh kesepakatan bersama, bahwa akan dibentuk Tim Percepatan Pengaktifan Pelabuhan Kuala Langsa.
Pihaknya juga melakukan peninjauan langsung ke pelabuhan Kuala Langsa dalam rangka melakukan persiapan-persiapan untuk pengaktifan kembali kegiatan ekspor impor produk tertentu di pelabuhan Kuala Langsa.
“Terkait rencana pengembangan dan pengaktifan kembali jalur penyeberangan penumpang dan aktifitas ekspor impor di Pelabuhan Kuala Langsa, kami sangat mengaharapkan kerjasama dan bantuan dari seluruh Stakeholder.
Harapan kami dan masyarakat kota langsa bahwa pelabuhan kuala langsa ini dapat diaktifkan kembali untuk mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi di Kota Langsa,” ujarnya.
Disampaikan, dengan adanya aktifitas ekspor impor ini nantinya dapat meningkatkan beberapa sektor ekonomi di kota langsa, seperti terbukanya lapangan pekerjan, perhotelan, rumah makan, meningkatnya ekonomi atau pendapatan masyarakat, dan sebagainya.
Dirinya berharap, semoga rencanakan tersebut dapat dikabulkan oleh Allah SWT dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Langsa khususnya, dan masyarakat Aceh umumnya. Imbuh Said Mahdum.
Kepala Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Langsa, Sulaiman menyebutkan kita semua siap mendukung program percepatan pengaktifan pelabuhan Kuala Langsa.
Pihaknya sangat mendukung pengoptimakan Pelabuhan Kuala Langsa. Dan kami sangat mengapresiasi rencana yang di buat oleh Pemko Langsa.
Namun semuanya harus ada kerjasama dan perizinan yang lengkap, dengan harapan nelayan kita dapat mengekspor ikannya keluar negeri dan dapat menjadikan pelabuhan Langsa menjadi pelabuhan Internasioanl.
“Kami sangat memohon kepada Forkopimda Langsa untuk bantuannya. Kita yakin kedepannya kita dapat mengekspor komoditi pertanian, peternakan dan membina UMKM dengan mengenalkan produk kita keluar memalui jalur laut,” ujarnya.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh dihadiri, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, drh. Ibrahim, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai Langsa Sulaiman.
Serta, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa Darori, S.H, M.H, Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Langsa Erwandi, S.H.
Selanjutnya, Kasat Pol. Airud Polres Langsa AKP Zulkifli, Komandan Pos TNI AL Langsa Lettu. Bambang, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, & Kesra Kota Langsa Suriyatno, A.P, M.SP, Asisten Perekonomian & Pembangunan Kota Langsa Ali Musafah, S.E.
Asisten Bid. Administrasi Umum Kota Langsa Junaidi, S.KM, M.Kes, Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa Bambang Suriansyah, SE. Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu Kota Langsa Jufri Rusli, S.Sos.I.
Serta, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan Dan Perikanan Kota Langsa Banta Ahmad, S.ST.Pi dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, & UKM Kota Langsa Mahlil, S.H. (mc/03/toeb)









Komentar