ACEH UTARA – Warga Kecamatan Sawang, Aceh Utara, cemas menyusul kabar rencana penutupan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Indonesia (BSI) Unit Sawang.
Layanan perbankan ini selama ini menjadi satu-satunya tumpuan warga pedalaman untuk keperluan transaksi keuangan. “Masyarakat menghubungi saya, mereka resah dan khawatir. BSI Sawang sangat penting bagi aktivitas ekonomi warga,” kata anggota Komisi III DPRK Aceh Utara, Amiruddin, Selasa, 24 Juni 2025.
Jika penutupan benar terjadi, warga harus menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer ke kantor BSI Krueng Mane.
“Waktu tempuh bisa sampai satu jam. Ini tidak efisien dan sangat memberatkan, terutama bagi warga yang tinggal di pelosok,” kata Amiruddin, politisi dari Fraksi Partai Aceh ini.
Ia menyoroti kejanggalan kebijakan ini, mengingat sebelumnya beberapa layanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga sudah dialihkan ke BSI. “Aneh kalau BSI malah ditiadakan.
Masyarakat justru butuh lebih banyak akses perbankan, bukan sebaliknya,” ucap dia. Baca Juga Gajah Liar Resahkan Warga di Aceh Timur Amiruddin mendesak manajemen BSI, baik pusat, provinsi, maupun wilayah Aceh Utara untuk meninjau ulang keputusan tersebut.
Menurutnya, keberadaan BSI di Sawang bukan sekadar soal layanan, tapi menyangkut akses keuangan, transaksi bantuan sosial, gaji, dan layanan syariah lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
“Saya minta BSI jangan hanya melihat dari sisi efisiensi bisnis, tapi juga dari sisi pelayanan publik dan tanggung jawab sosial,” pungkasnya.
Sementara itu, Humas BSI Regional Aceh, Nasruddin MZ, saat dikonfirmasi mengaku sedang rapat. “Maaf, saya sedang meeting,” tulisnya singkat via pesan WhatsApp.***
Sumber: AJNN.net









Komentar