Pulihkan Semangat Pers: PT Wika Bersihkan Material Lumpur di Kantor PWI Aceh Tamiang

​ACEH TAMIANG – Harapan baru mulai terlihat di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang. Setelah berbulan-bulan teronggok akibat hantaman banjir bandang, gedung yang menjadi pusat aktivitas para jurnalis ini akhirnya mulai dibersihkan oleh personel dari PT Wijaya Karya (Wika) Divisi Aceh Tamiang, Minggu (5/4/2026).

​Aksi Nyata di Tengah Sisa Bencana

​Mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, tim dari PT Wika tampak berjibaku dengan sisa-sisa lumpur tebal yang mengendap di dalam ruangan maupun halaman kantor. Dengan menggunakan sekop, cangkul, dan gerobak dorong, mereka bekerja ekstra keras mengembalikan kelayakan gedung yang luluh lantak sejak tragedi 26 November 2025 lalu.Tata Kelola

​Kehadiran PT Wika di lokasi menjadi angin segar bagi para pengurus organisasi yang selama ini terhambat aktivitasnya akibat kerusakan sarana dan prasarana.

​Lumpuh Tiga Bulan, Kini Mulai Berbenah

​Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kepedulian PT Wika. Menurutnya, aksi ini merupakan langkah awal yang sangat krusial bagi keberlangsungan organisasi.

​”Atas nama keluarga besar PWI Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Wika Divisi Aceh Tamiang. Kepedulian mereka dalam membantu pembersihan ini sangat membantu kami untuk memulihkan kembali roda organisasi yang sempat lumpuh total,” ungkap Erwan, Senin (6/4/2026).

​Fasilitas Rusak Total, Menanti Uluran Tangan Pemerintah

​Meski proses pembersihan material lumpur tengah berjalan, kondisi di dalam kantor masih memprihatinkan. Banjir bandang tidak hanya menyisakan kotoran, tetapi juga menghancurkan aset organisasi tanpa sisa.

​Inventaris Musnah: Komputer, meja rapat, sofa, hingga kursi kantor dilaporkan tidak lagi bisa dimanfaatkan.
​Kerusakan Bangunan: Struktur bangunan memerlukan perbaikan agar bisa kembali digunakan dengan aman.
​Di sela-sela peninjauan pembersihan, Erwan juga menitipkan harapan kepada pemerintah pusat maupun daerah agar segera melirik kondisi Kantor PWI Aceh Tamiang.

​”Lumpur sudah mulai dibersihkan, namun kami masih kehilangan seluruh fasilitas kantor. Kami sangat berharap adanya bantuan perbaikan gedung dan mobiler agar aktivitas pelayanan informasi dan organisasi wartawan di Aceh Tamiang bisa pulih seperti sedia kala,” pungkasnya.

 

Komentar