Pesona Anoi Itam, Surga Pasir Hitam yang Memikat Wisatawan di Sabang

Di antara hamparan pantai berpasir putih yang menjadi daya tarik utama Pulau Weh, terdapat sebuah pantai dengan karakter yang berbeda. Namanya Pantai Anoi Itam, sebuah destinasi di sisi timur pulau yang menawarkan panorama unik melalui pasir hitam legam hasil proses alam ribuan tahun lalu.

Berbeda dengan pantai lain di Sabang, Anoi Itam menghadirkan pengalaman tersendiri. Tidak hanya menyuguhkan pemandangan laut dan tebing yang memukau, pantai ini juga dikenal masyarakat karena pasir vulkaniknya yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan.

Warna hitam yang menyelimuti garis pantai Anoi Itam bukanlah sekadar keunikan visual. Pasir tersebut terbentuk dari aktivitas vulkanik masa lampau yang menghasilkan material dengan kandungan mineral alami.

Masyarakat setempat sejak lama mengenal pasir hitam Anoi Itam sebagai bagian dari tradisi terapi alami. Beberapa pengunjung datang untuk melakukan terapi dengan cara menimbun sebagian tubuh menggunakan pasir hangat sambil menikmati suasana pantai.

Salah seorang pengunjung mengungkapkan, saat melakukan terapi pasir, terdapat sensasi berbeda yang dirasakan tubuh.

“Sejak dulu, warga percaya bahwa kandungan mineral dalam pasir ini mampu melancarkan peredaran darah dan membantu terapi saraf,” ujarnya.

Meski dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat, manfaat kesehatan dari terapi pasir tetap perlu dipandang sebagai pengalaman tradisional dan relaksasi, bukan pengganti pengobatan medis.

Menikmati Laut Lepas dan Lalu Lintas Kapal Selat Malaka

Pantai Anoi Itam berada di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Sabang. Lokasinya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dalam waktu sekitar 20 menit.

Perjalanan menuju pantai ini juga menawarkan pengalaman menarik. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati panorama laut luas dengan pemandangan kapal-kapal besar yang melintas di jalur Selat Malaka.

Sesampainya di pantai, pengunjung akan disambut hamparan pasir hitam yang berpadu dengan birunya laut dan suasana yang masih alami. Keindahan tersebut menjadikan Anoi Itam sebagai tempat yang cocok untuk bersantai, menikmati pemandangan, sekaligus merasakan kedekatan dengan alam.

Duta Wisata Sabang, Cut Adek Humaira, mengaku kerap mengunjungi Pantai Anoi Itam bersama keluarga untuk menikmati suasana sekaligus melakukan terapi pasir.

Menurutnya, Anoi Itam memiliki nilai lebih dibanding sekadar destinasi wisata biasa.

“Anoi Itam tidak hanya sebuah pantai yang dapat dinikmati bersama keluarga, namun terdapat hal kecil dari sebuah perjuangan untuk memberikan terapi pada tubuh, dengan menyatu pada alam dan teduhnya suara ombak yang menyapu tipis,” ungkap Humaira, Sabtu (2/5/2026).

Ketika Alam Menjadi Ruang Relaksasi

Waktu terbaik untuk menikmati terapi pasir di Pantai Anoi Itam adalah pagi atau sore hari, ketika sinar matahari tidak terlalu menyengat. Pada waktu tersebut, pengunjung dapat lebih nyaman menikmati hangatnya pasir sambil mendengarkan suara ombak.

Hingga kini, setiap pagi dan sore, sejumlah wisatawan maupun warga masih terlihat menikmati terapi pasir di sepanjang garis pantai. Bagi mereka, Anoi Itam bukan hanya tentang pasir hitam yang unik, tetapi juga tentang pengalaman sederhana: menyatu dengan alam, menikmati ketenangan, dan menemukan cara berbeda untuk melepas penat di ujung barat Indonesia

Dengan akses yang mudah dan tanpa dipungut biaya tiket masuk (gratis), namun dapat digantikan dengan memesan minuman atau makanan di pondok-pondok yang telah di sediakan. Pantai Anoi Itam membuktikan bahwa alam Sabang tidak hanya memberikan keindahan visual bagi mata, tetapi juga kesembuhan bagi raga.(Adv)

Komentar