Aceh Besar – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Bangun Aceh (FBA) resmi meluncurkan proyek tiga tahun ke depan di Kabupaten Aceh Besar. Peluncuran proyek berjudul Building Economic Resilience and Sustainable Communities in Aceh (Membangun Ketahanan Ekonomi dan Masyarakat Berkelanjutan di Aceh) ini berlangsung di Hotel The Pade, Darul Imarah, Selasa (26/8/2025).
Program periode tahun 2025-2028 ini akan difokuskan di dua kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar, yaitu Kecamatan Lhoknga dan Simpang Tiga. Program ini mencakup pemberdayaan ekonomi disabilitas dan masyarakat dengan kemiskinan ekstrim, sekolah lapang iklim (SLI), serta advokasi tentang ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan kebijakan untuk lebih inklusif disabilitas.
Peluncuran proyek FBA bekerja sama dengan CBM Global yang dukungan pendanaan dari Australian Aid melalui Australian NGO Cooperation Program (ANCP) tersebut dihadiri langsung sejumlah pejabat penting di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
Diantara yang hadir adalah Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Ali, S.Sos., M.Si yang mewakili Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Kepala Bappeda Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd, M.Si, serta sejumlah pejabat OPD terkait lainnya. Hadir juga perwakilan BMKG dan organisasi penyandang disabilitas.
Kepala Bappeda Aceh Besar, Rahmawati, pada kesempatan ini menyampaikan terimakasih kepada FBA yang telah memilih Aceh Besar dalam menjalankan program tiga tahun tersebut. Menurutnya, program yang dirancang sangat sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, yaang salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jika FBA hari ini yang independen berhasil menjalankan program ini dengan baik, ke depan program bisa didanai melalui Anggaran APBD. Saya berharap kerjasama antara FBA dan Pemkab Aceh Besar berjalan dengan lancar sampai tiga tahun ke depan. Pemkab Aceh Besar siap memberikan pendampingan,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Ali. Dia mengatakan, kehadiran FBA selama ini sangat membantu Pemkab Aceh Besar dalam hal pemberdayaan ekonomi di kalangan disabilitas dan warga dengan kemiskinan ekstrim.
“Mengingat saat ini anggaran pemerintah daerah yang rendah, tentu tidak semua aspek pembangunan terjangkau di masyarakat. Oleh karena itu kami atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyampaikan terimakasih kepada FBA dan CBM Global yang telah bekerja banyak dalam membantu pemberdayaan masyarakat Aceh Besar, khususnya disabilitas,” ucapnya.
Sementara Perwakilan CBM Global Indonesia, Mardianceh Hutauruk, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Aceh Besar dan semua pihak. Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kerja sama CBM Global dengan FBA yang didukung pendanaan dari Australian Aid melalui Australian NGO Cooperation Program (ANCP).
“Semoga proyek ini dapat menjadi model pembangunan inklusif yang memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” ujarnya.















Komentar