Pelaku Penembakan di Lhokseumawe Menangis: “Saya Tidak Berniat, Saya Disuruh”

LHOKSEUMAWE – Kasus penembakan terhadap Muhammad Nasir, warga Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, mulai membuka babak baru.

Pelaku berinisial A, warga Dewantara, Aceh Utara, yang telah ditangkap polisi, mengaku dirinya tidak berniat membunuh korban dan menyebut ada pihak lain yang memerintahkannya melakukan aksi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan A dengan suara tersendat dan mata berkaca-kaca saat wartawan mewawancarainya usai konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (13/11/2025).

“Saya tidak ada niat membunuh dia. Saya disuruh, tolong tangkap juga orang yang nyuruh saya,” ucap A lirih, sambil menunduk dan menahan tangis di hadapan awak media.

Sebelumnya, pelaku ditangkap oleh personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lhokseumawe di wilayah Kabupaten Bireuen pada Kamis dini hari, sekitar pukul 06.15 WIB.

Polisi menyebut A berusaha melarikan diri ke luar negeri setelah peristiwa penembakan yang menewaskan Muhammad Nasir pada Senin (10/11/2025).

“Pelaku berencana kabur ke luar negeri setelah melakukan penembakan. Mobil yang disiapkan untuk pelarian juga sudah kami amankan,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, dalam keterangan resminya.

Polisi turut menyita sepucuk senjata api laras pendek beserta tiga butir peluru aktif dari tangan pelaku. Berdasarkan keterangan, senjata tersebut semula berisi enam peluru, dua di antaranya telah digunakan untuk menembak korban.

Kapolres menjelaskan, peristiwa itu dipicu persoalan uang transfer Rp 90 juta yang dikirim kepada korban pada 7 November 2025. Dari jumlah itu, sekitar Rp 30 juta telah digunakan korban untuk membayar utang.

“Karena tidak ada titik temu terkait uang tersebut, pelaku kemudian mendatangi korban pada 9 November. Mereka sempat berbincang di warung kopi depan rumah korban,” ujar Kapolres.

Tak lama kemudian, datang mobil Ayla hitam yang ditumpangi orang lain. Sekitar 15 menit setelah perbincangan, korban diajak menuju jembatan berjarak sekitar 10 meter dari tempat semula. Di situlah terjadi cekcok yang berujung penembakan.

Korban tewas di tempat setelah ditembak dua kali, mengenai lengan dan leher hingga peluru menembus kepala.

Keluarga korban menilai peristiwa ini tidak sederhana. Mukhlis Ismail, adik korban, meminta polisi menindak semua pihak yang terlibat, termasuk jika benar ada yang memberi perintah kepada pelaku.

“Kalau memang dia disuruh, kami minta polisi jangan hanya tangkap yang menembak. Siapa pun yang menyuruh, harus ditangkap juga,” kata Mukhlis kepada wartawan.

Ia menambahkan, sebelum kejadian, kakaknya tidak pernah berselisih dengan siapa pun. “Abang saya sedang beristirahat di rumah. Tiba-tiba dua orang datang, lalu muncul mobil hitam tanpa pelat nomor. Tidak lama, terdengar dua kali suara tembakan,” ujar Mukhlis.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menyatakan, penyidikan belum berhenti di satu tersangka. Polisi masih menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain sebagaimana pengakuan pelaku.

“Kita sedang dalami kemungkinan ada aktor lain di balik kasus ini. Tim masih di lapangan untuk melakukan pengejaran,” ujar Ahzan.

Ia juga memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan.

“Kita akan ungkap siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada yang memberi perintah atau membantu pelarian,” tegasnya.
Keterangan pelaku yang menyebut dirinya hanya “disuruh” masih dalam proses verifikasi penyidik.

Polisi belum mengungkap identitas pihak yang diduga menjadi otak penembakan hingga berita ini diturunkan.

Komentar