Pidie – Usaha Gerabah di bawah produksi Rumoeh Gerabah yang beralamat di Gampong Ulee Tutue, Pidie, Provinsi Aceh, menarik diulas. Usaha Gerabah milik Dora Asra (31) ini tidak hanya menjual alat-alat memasak, tapi juga tersedia/menjual vas bunga, hiasan ruangan, celengan, teko, dan berbagai jenis produk lainnya.
Gerabah yang dijual Dora Asra lewat Rumoeh Gerabah ini juga tampil elegan dan menawan karena dicat dan dihias sedemikian demikian rupa. Tak sampai disitu, Rumoeh Gerabah juga memberi kesempatan kepada pelanggan atau calon pembeli untuk menghias sendiri gerabah yang akan dibeli sesuai kesukaannya masing-masing.
Rumoeh Gerabah memang belum terlalu lama berdiri, tapi keberadaannya telah dikenal secara luas. Bahkan pada tahun 2021, Rumoeh Gerabah berhasil masuk 60 besar dalam program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI).
Pemilik usaha Rumoeh Gerabah, Dora Asra mengatakan bahwa usahanya itu didirikan pada Desember 2020 atau saat pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Aceh. Ia mendirikan usaha ini dengan melihat kesempatan yang tengah booming tanaman hias di tengah masyarakat.
Tanaman hias saat itu memang tengah booming. Diakui Dora, kebanyakan masyarakat saat itu memilih gerabah sebagai wahana tanaman hias. “Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk kembali mempromosikan gerabah,” ujar Dora kepada media, baru-baru ini.
Dora menceritakan awal pandemi melanda Covid-19, dirinya masih berjualan bibit tanaman, dan juga bunga. Karena melihat antusiasme masyarakat kala itu untuk membeli tanaman hias, maka terlintas untuk turut membuka usaha gerabah.

“Selian ingin mempromosikan gerabah, juga terdapat peluang bisnis dengan potensi ekonomi yang besar dibalik usaha gerabah,” ungkapnya.
Karena itu, tambah Dora, ia sangat optimis dengan usahanya tersebut. Dalam menjualkan produk usahanya it, Dora turut memasarkan lewat beberapa aplikasi media online seperti Facebook dan Instagram.
Jadi bila anda tertarik dengan gerabah produk dari Rumoeh Gerabah ini bisa mengakses informasi dengan berkunjung ke akun Instagram @rumoehgerabah. Atau dengan mendatangi langsung ke alamat di di Jalan Sigli – Garot, Keulibeut Ulee Tutue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Anda juga bisa menanyakan seputar harga, model dan bentuk produk gerabah, hingga pemesanan ke Nomor 0812 69110201 sesuai yang tercantum di Instagram @rumoehgerabah.
Gerabah sendiri dibuat dari tanah liat khusus yang dicampurkan dengan pasir halus, dan proses selanjutnya dibuat dengan bantuan alat kerja. Durasi pembuatannya pun berbeda-beda, tergantung model dan ukurannya.
“Untuk membuat model butuh waktu beberapa pekan, dari proses pembentukan, pengeringan, hingga penjemuran total perlu waktu 15 hari. Ini tergantung ukurannya,” kata Dora.
Perempuan muda ini tidak bekerja seorang diri dalam memproduksi berbagai model gerabah. Ia membentuk kelompok perajin gerabah ‘Beena Karya’ yang yang terdiri dari belasan orang sebagai pemasok gerabah di Rumoeh Gerabah. Ia juga mempekerjakan beberapa orang untuk mengamplas dan mengecat gerabah.
Saat ini pelanggan atau pesanan gerabah dari Rumoeh Gerabah tidak hanya datang dari Kabupaten Pidie, tapi juga dari berbagai daerah lainnya di Aceh, hingga Medan, Sumatera Utara.
Produk gerabah dijual dengan harga bervariasi, tergantung model dan ukurannya, dengan kisaran harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 500.000. Dora lewat usaha Rumoeh Gerabah nya mampu meraup omset jutaan rupiah setiap bulannya.
Usaha yang dijalankan lulusan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh ini memang tidak selamanya berjalan mulus. Karenanya, ia sangat berharap adanya dukungan pemerintah, baik baik kabupaten maupun provinsi yang bertujuan meluaskan akses pemasaran milik usahanya, baik itu untuk penggunaan di sekolah, ataupun di kantor-kantor pemerintah. [ADV]












Komentar