BLANGPIDIE — Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli menyerahkan bantuan masa panik kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan usai diterjang angin kencang disertai hujan deras beberapa waktu lalu.
Dalam peristiwa itu, sebanyak lima unit rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat. Berdasarkan laporan, rumah warga mengalami kerusakan mulai dari bangunan hingga atap setelah tertimpa pohon. Bencana alam ini tidak hanya merusak rumah warga. Namun juga menyebabkan kerugian material hingga mencapai puluhan juta rupiah.
Guna meringankan beban korban, Wakil Bupati Abdya Zaman Akli didampingi Ketua Baitul Mal Abdya Tgk Syamsul Qamar dan anggota Salman Syarif. Turut hadir Kepala Sekretariat Baitul Mal Iin Supardi dan para staf memberikan bantuan masa panik kepada para korban. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai yang telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing para korban.
Sementara penyerahan bantuan masa panik secara simbolis disalurkan oleh Zaman Akli kepada salah satu korban yakni Herman (41), warga Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee. Pada kesempatan itu, Wabup Zaman Akli menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian nahas yang menimpa warga. Ia berharap agar korban diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Lebih lanjut, Zaman Akli juga menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bantuan masa panik yang diberikan oleh Pemkab Abdya melalui dana zakat Baitul Mal Abdya. “Kami menyampaikan harapan agar para korban dapat menerima musibah ini dengan hati yang terbuka. Setiap ujian yang diberikan Allah SWT pasti mengandung pelajaran dan hikmah yang berharga. Semoga bantuan masa panik ini bermanfaat bagi keluarga korban,” ucapnya. Sementara itu, Anggota Badan Baitul Mal Abdya, Salman Syarif menjelaskan, bantuan yang disalurkan berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per keluarga korban. Dana tersebut berasal dari zakat senif gharimin, dan langsung ditransfer ke rekening penerima. Salman menjelaskan, selain rumah Herman rusak akibat tertimpa pohon besar di bagian dapur serta isi rumah. Korban lain adalah Nasrullah (31), warga gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee.
“Rumah miliknya mengalami rusak berat setelah tertimpa pohon besar yang tumbang diterpa badai,” jelasnya. Kemudian, angin kencang juga merusak rumah Aisyah (73), warga gampong Lhung Baro, Kecamatan Manggeng. Dalam peristiwa itu, seluruh atap rumah Aisyah mengalami kerusakan parah. Selanjutnya, rumah Miswardi (35), warga gampong Padang Bak Jeumpa, Kecamatan Tangan-Tangan. Akibat bencana alam itu, atap dan dinding dapur rumah rusak berat bersama sebagian besar isi rumahnya.
“Korban satu lagi adalah rumah Ida Rifani, warga gampong Tengah, Kecamatan Manggeng. Dimana rumahnya turut mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin kencang,” ujarnya. Salman Syarif berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban ekonomi keluarga korban dalam masa-masa sulit ini. “Ini sebenarnya bantuan masa panik, dan uangnya sudah terlebih dahulu kita transfer ke rekening bank penerima. Sumbernya dari zakat senif gharimin,” pungkas Salman.













Komentar