Kunjungan Wisatawan ke Aceh Tetap Tumbuh Positif Pascabencana

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyatakan angka kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Aceh pascabencana tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring dengan beragam daya tarik wisata yang tersebar di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, mengatakan secara tahunan jumlah kunjungan wisatawan masih mengalami peningkatan meski pada Maret 2026 terjadi sedikit penurunan dibanding bulan sebelumnya.

“Secara tahunan kita masih melihat tren pertumbuhan yang positif, dan ini menjadi indikator bahwa daya tarik Aceh tetap kuat di mata wisatawan. Jika dilihat dari angka kunjungan bulanan, terjadi sedikit penurunan pada Maret 2026,” kata Akmal Fajar, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 mencapai 2.684 orang atau naik 22,45 persen dibandingkan Maret 2025 yang tercatat sebanyak 2.192 orang.

Namun secara bulanan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 turun 1,18 persen dibanding Februari 2026.

Akmal menjelaskan, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui penguatan promosi pariwisata yang lebih adaptif dan terarah.

“Kami mengoptimalkan berbagai platform, baik digital maupun kolaborasi dengan pelaku industri dan komunitas guna memastikan informasi destinasi tetap tersampaikan secara luas dan akurat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bencana yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025 tidak berdampak pada seluruh destinasi wisata di daerah itu.

Menurutnya, sejumlah kawasan unggulan seperti Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Singkil, Simeulue, dan daerah lainnya tetap aman serta siap menerima kunjungan wisatawan. “Destinasi-destinasi tersebut terus kami dorong sebagai prioritas promosi dalam jangka pendek,” katanya.

Sementara untuk wilayah yang terdampak bencana, pemerintah saat ini fokus pada proses rehabilitasi dan pemulihan destinasi wisata agar dapat kembali beroperasi secara optimal.

“Kami memastikan bahwa setiap langkah pemulihan juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan ketahanan terhadap bencana ke depan. Kami juga akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, hingga influencer dan media guna memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kepercayaan wisatawan,” ujarnya.

Disbudpar Aceh optimistis melalui strategi promosi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, kunjungan wisatawan ke Aceh akan terus meningkat serta memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor masyarakat.

Komentar