Konser Dewa 19 di Lhokseumawe Diisukan Batal, EO: “Tunggu Keputusan Resmi”

LHOKSEUMAWE | RAKYATNEWS.NET – Rencana konser grup musik legendaris Dewa 19 di Kota Lhokseumawe masih menyisakan tanda tanya besar.

Meski Pemerintah Kota (Pemkot) telah mencabut izin penggunaan Stadion Perta Arun Gas (PAG) sebagai lokasi acara, pihak penyelenggara Melophile Festival (Melofest) belum memberikan pengumuman resmi terkait pembatalan atau penundaan konser tersebut.

Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2025 itu semula disambut antusias oleh masyarakat.

Data yang beredar menunjukkan lebih dari 1.000 tiket telah terjual, bahkan sebagian besar kelas VIP dan Festival sudah habis dipesan. Namun menjelang akhir pekan lalu, Pemkot Lhokseumawe melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyatakan telah mencabut izin penggunaan stadion, dengan alasan menyesuaikan pertimbangan norma dan syariat Islam.

Kebijakan ini sontak memicu kebingungan public, Banyak calon penonton yang sudah membeli tiket mempertanyakan kejelasan status konser.

“Kami tidak tahu harus percaya ke siapa. Di media dibilang dilarang, tapi EO masih promosi. Kalau benar batal, bagaimana nasib uang kami?” tulis salah satu warga Lhokseumawe di media sosial.

Kritik publik terhadap sikap pemerintah kota pun bermunculan, Sejumlah pihak menilai keputusan yang berubah-ubah menunjukkan ketidakkonsistenan dalam pengelolaan kegiatan publik.

Sebelumnya, perwakilan Pemkot disebut telah memberikan sinyal dukungan atas rencana konser tersebut. Namun hanya beberapa hari berselang, izin penggunaan stadion tiba-tiba dicabut tanpa kejelasan mekanisme lanjutan.

“Kalau memang dari awal tidak disetujui, seharusnya disampaikan sejak proses izin pertama. Jangan setelah tiket ribuan terjual baru dibatalkan,” ujar salah seorang pengamat budaya di Lhokseumawe.

Sementara itu, sebagian kalangan ulama dan tokoh masyarakat mendukung langkah pemerintah dengan alasan menjaga ketertiban dan moral publik sesuai syariat Islam.

Untuk memastikan keakuratan informasi, Tim Redaksi Rakyatnews.net telah menghubungi langsung pihak Melophile Festival (Melofest) melalui akun resmi Tiktok mereka, @melofest.id, pada Jumat malam (8/11/2025).

Dalam pesan tersebut, redaksi menanyakan status terkini konser Dewa 19 di Lhokseumawe, apakah dibatalkan, ditunda, atau masih dalam proses perizinan.

Melalui pesan balasan yang diterima pada Minggu (9/11/2025) pagi, pihak Melofest menyampaikan bahwa mereka masih menunggu keputusan final dan akan segera memberikan informasi resmi kepada publik.

“Hai kak, Insya Allah dalam minggu ini sudah ada informasi lanjut terkait kegiatan ya kak, Niat baik akan dibalas yang baik ” tulis perwakilan Melofest kepada Rakyatnews.net.

Menanggapi hal tersebut, redaksi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan EO dan menegaskan pentingnya komunikasi yang transparan agar masyarakat tidak menerima informasi simpang siur.

Dari penelusuran beberapa sumber media, diketahui bahwa perizinan konser Dewa 19 di Lhokseumawe melibatkan lebih dari satu instansi.

Selain Pemkot, izin keamanan juga disebut berkaitan dengan Direktorat Intelkam Polda Aceh, sehingga muncul dugaan adanya tumpang tindih kewenangan dalam pengambilan keputusan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar maupun pihak kepolisian terkait status akhir kegiatan.

Kabar simpang siur ini memancing reaksi luas dari masyarakat. Sebagian menilai keputusan pelarangan sebagai bentuk pembatasan berlebihan terhadap hiburan publik, sementara sebagian lainnya menganggap langkah itu perlu demi menjaga nilai-nilai keislaman di Aceh.

“Kami berharap konser tetap bisa digelar dengan pengawasan, bukan langsung dilarang. Musik itu juga bagian dari budaya,” tulis akun lain di platform X.

Bagi banyak penggemar, Dewa 19 bukan sekadar band, melainkan bagian dari sejarah musik Indonesia. Tak heran jika ketidakpastian ini menimbulkan kekecewaan mendalam.

Rakyatnews.net akan terus menelusuri dan memperbarui informasi resmi dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah.

Publik diharapkan menunggu pengumuman resmi dari EO Melofest sebelum mengambil kesimpulan terkait status konser.

Redaksi mengimbau agar seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan dialog terbuka demi kepentingan masyarakat dan dunia hiburan di Aceh.

Komentar