BLANGPIDIE -Puluhan warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sedang antri pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Keude Paya Kecamatan Blangpidie, mengamuk hingga berujung ricuh, dengan petugas, Kamis pagi dini hari, 2 Oktober 2025, sekira pukul 01.00 Wib.
Aksi ini dipicu karena pihak petugas pompa menghentikan pengisian disaat stok BBM masih tersedia di SPBU Keude Paya Blangpidie.
Mareka pada umumnya pengendaran sepeda motor yang sudah berjam-jam mengantri emosi dengan ulah petugas yang langsung mematikan mesin pengisian tanpa basa-basi.
Dengan sekejap pompa pengisian depan kantor diserbu warga dengan teriakan dan sumpah serapah yang keluar dari mulut warga. Mareka meminta pihak SPBU membuka menghidupkan kembali pengisian.
“Kami sudah antri lama, meninggalkan pekerjaan di rumah, bahkan ada yang bawa anak-anak. Begitu sampai giliran, pompa malah dimatikan, padahal minyak masih ada. Itu jelas kami marah,” ujar Falya, warga Blangpidie, yang ikut dalam antrean tersebut.
Dikatakan, tindakan SPBU yang menghentikan penyaluran tanpa penjelasan hanya memicu emosi warga. Padahal diketahui bahwa stok BBM masih ada bahkan cukup untuk mengisi tanki kendaraan yang telah mengantri
Ricuh massa yang hampir berujung bentrok ini berhasil ditenangkan oleh personil Polres Abdya yang tiba dilokasi kejadian.
Untuk meredam amarah warga, Pihak Polres langsung melakukan mediasi dengan manajemen SPBU Keude Paya, agar pihak pengelola kembali membuka pengisian BBM.
Dibawah pengawasan ketat pihak kepolisian, pengisian BBM kembali dilanjutkan dengan tertib.
Salah seorang warga kepada wartawan mengaku, bila pihak kepelisian tidak datang untuk menghidupkan membali pengisian BBM, dipastikan SPBU tersebut jadi abu.
“Kami sedang kesal dengan listrik padam, sementara SPBU tidak hidupkan gingset pada siang hari untuk pengisian BBM, ditambah lagi dengan ulah petugas yang mematikan pengisian tiba-tiba. Apa kami warga tidak marah,”terangnya.
Meski situasi berhasil dikendalikan, warga tetap meminta agar pelayanan SPBU lebih transparan dan adil. Bahkan, warga juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.















Komentar