Banda Aceh – Kemabruran haji merupakan oleh-oleh paling berharga yang seharusnya dibawa pulang setiap jemaah dari Tanah Suci. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Penyelenggaraan Haji (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak saat menyambut kepulangan jamaah haji Kloter 14 Debarkasi Aceh, kelompok terbang terakhir musim haji 1447 H/2026 M, di Asrama Haji Aceh, Selasa (30/6/2026).
Pesawat yang mengangkut para jemaah mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, sekitar pukul 03.50 WIB. Selanjutnya, seluruh jemaah menjalani proses debarkasi di Asrama Haji Aceh.
Kloter 14 terdiri atas jemaah asal Kabupaten Bener Meriah, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kota Langsa.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj menyapa dan berdialog langsung dengan para jemaah. Ia menanyakan pengalaman mereka selama menjalankan ibadah haji, mulai dari proses keberangkatan, pelayanan di Madinah dan Makkah, hingga kepulangan ke Tanah Air.
Di hadapan para jemaah, Wamenhaj juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan layanan haji.
“Mungkin pelayanan kami di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, ada kurang-kurangnya, baik pelayanan maupun sikap petugas, kami mohon maaf,” ujar Wamenhaj.
Suasana kemudian
berlangsung hangat saat Wamenhaj menanyakan kualitas konsumsi yang diterima para jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Gimana konsumsinya?”
“Mantap,” jawab para jemaah serentak.
Jawaban itu disambut candaan Wamenhaj, “Tentu tidak seenak makanan di Bener Meriah,” yang langsung mengundang tawa para jemaah.
Dialog berlanjut dengan pembahasan mengenai pelayanan petugas haji.
“Kalau pelayanan petugas gimana?”
“Baik,” jawab para jemaah.
Sejumlah jemaah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan dan usulan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang. Seluruh masukan itu diterima dengan baik oleh Wamenhaj.
Menutup pertemuan, Wamenhaj mengingatkan bahwa oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci bukanlah air zamzam, kurma, sajadah, ataupun cendera mata, melainkan kemabruran yang tercermin melalui akhlak yang semakin baik, istiqamah dalam beribadah, serta meningkatnya kepedulian kepada sesama.
“Selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji Aceh. Semoga seluruh rangkaian ibadah diterima oleh Allah SWT, segala dosa diampuni, serta seluruh jemaah dianugerahi predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah. Marilah kita bersama-sama menjaga kemabruran itu,” pesannya.
Ia juga mendoakan seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kesempatan kembali beribadah ke Tanah Suci melalui umrah.
“Mudah-mudahan diberi kesempatan suatu saat untuk umrah. Kalau haji cukup sekali saja, sayang yang lain yang belum ada kesempatan karena antreannya sangat panjang,” pungkasnya.
Turut mendampingi Wamenhaj dalam penyambutan tersebut antara lain Plt. Kepala Kanwil Haji dan Umrah Aceh Arijal, Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh Irsyadi, Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Aceh Syakir, serta sejumlah pejabat lainnya.









Komentar