Rakyatnews.net | Banda Aceh – Jalan Kakap, yang selama ini jadi salah satu akses penting di Kota Banda Aceh, diwacanakan akan ditutup.
Rencana ini muncul sebagai bagian dari integrasi layanan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA).
Selama bertahun-tahun membelah kawasan RSUDZA, memisahkan gedung lama dan gedung baru. Pemerintah menilai keberadaan jalan tersebut menghambat efisiensi layanan kesehatan.
Solusinya? Jalan ditutup, biar kawasan rumah sakit menyatu.
Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Sekda Aceh, M. Nasir, bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Jamal, di Pendopo Wali Kota, Rabu (20/8/2025).
Bagi pemerintah, penutupan ini demi kepentingan pelayanan publik.
Tapi bagi pedagang dan tukang becak yang bertahun-tahun mencari nafkah di kawasan itu, kabar ini bikin dag-dig-dug.
Mereka hanya berharap nasib mereka tak ikut “ditutup”.
“Kalau jalan ini ditutup, kami cuma minta ada tempat baru untuk berjualan, jangan sampai kami kehilangan mata pencaharian,” kata Andika, pedagang yang sudah lima tahun berjualan di sepanjang Jalan Kakap.
Keluhan serupa datang dari Muzakir, tukang becak yang sudah 10 tahun mangkal di sekitar RSUDZA.
Ia bingung harus mencari tempat mangkal baru jika kebijakan ini benar-benar dijalankan.
“Kalau ditutup, kami mau pindah ke mana?” ujarnya.
Pemerintah mengaku masih mengkaji dampak sosial dari rencana ini dan berjanji akan menyiapkan solusi untuk para pedagang maupun tukang becak.
Semoga saja janji ini tidak ikut hilang bersama nama Jalan Kakap di peta Banda Aceh.









Komentar