Ini Penyebab Anak Mudah Sakit ISPA

Banda Aceh: Kasus ISPA dan Influenza A kembali meningkat di Aceh, dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan terinfeksi. Kebiasaan sehari-hari, daya tahan tubuh yang masih lemah, serta rendahnya cakupan imunisasi membuat risiko semakin tinggi.

Ketua UK Respirologi IDAI Aceh, dr. Nurjannah, Sp. A(K) menyampaikan, faktor perilaku dan kondisi fisik membuat anak-anak lebih rentan dibanding kelompok usia lain. “Anak-anak ini sangat rentan. Mereka berkumpul di sekolah, tidak menjalankan higien sanitasi, tidak mencuci tangan, sering menggaruk hidung, makan sembarangan, dan daya tahan tubuh mereka masih rendah,” ujarnya dalam Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu (15/11/2025).

Ia mengatakan, selain perilaku, cakupan imunisasi juga menjadi faktor risiko tambahan. “Cakupan imunisasi kita pun masih rendah. Lalu anak-anak ini tidak bisa mengatakan keluhan yang mereka rasakan. Mereka tetap bermain sampai gejalanya berat, seperti yang sering diabaikan pada anak meliputi batuk, pilek, dan hidung tersumbat,” jelas dr. Nurjannah.

Orang tua diminta memperhatikan perubahan perilaku, terutama saat anak mulai tampak lemah. “Saat musim seperti ini, orang tua harus memonitor. Kalau anak malas makan, malas main, tiduran terus, mual, muntah, itu tanda harus waspada. Perubahan warna dahak juga menjadi indikator penting. Dahak jernih menunjukkan infeksi virus awal, sedangkan dahak yang berubah kuning atau kehijauan mengarah pada komplikasi,” katanya.

dr. Nurjannah menyebut bahwa gejala awal ISPA hanya tiga: hidung tersumbat, bersin, dan batuk. “Bila disertai demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, lemah, dan batuk berdahak, maka kemungkinan sudah terjadi infeksi influenza, segera anak dibawa ke sarana kesehatan,” pungkasnya.

 

Komentar