Rakyat News – Asosiasi suporter Inggris mengecam FIFA atas penjualan tiket Meksiko vs Inggris dengan harga yang sangat tinggi. Pendukung harus membayar hingga Rp 600 juta untuk tiket resale babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga ini sangat dinantikan dan memicu aksi jual beli tiket dengan harga berlipat ganda.
Tiket awal dibeli penggemar melalui undian England Supporters’ Travel Club (ESTC) pada Desember 2025. Tiket termahal awalnya dijual seharga 605 dolar AS atau sekitar Rp 10,8 juta. Pertandingan di Stadion Azteca ini dijadwalkan pada Senin, 6 Juli 2026.
Setelah Inggris lolos ke 16 besar, tiket tersebut dapat dijual kembali di portal resmi FIFA. Namun, harga resale sangat tidak masuk akal, mencapai 30.000 dolar AS atau sekitar Rp 539,82 juta. Total biaya yang harus dibayar pembeli mencapai 34.500 dolar AS atau Rp 620,79 juta per tiket.
Biaya tambahan sebesar 15 persen dikenakan oleh FIFA, baik kepada pembeli maupun penjual. Penjual tiket tetap memperoleh keuntungan sebesar 25.500 dolar AS atau sekitar Rp 458,84 juta meski sudah dipotong biaya FIFA. Untuk tiket resale termurah, harganya mencapai 3.448 dolar AS atau sekitar Rp 62 juta.
Harga itu meningkat hampir 12 kali lipat dari harga aslinya yang 295 dolar AS. Anggota ESTC mendapatkan prioritas untuk membeli tiket berdasarkan caps yang diperoleh dari kehadiran pertandingan. Keserakahan dalam penjualan tiket ini menjadi sorotan, dengan FIFA mendapatkan keuntungan signifikan.















Komentar