Kerawang Gayo merupakan kain yang bordir dengan motif-motif adat Gayo. Kain tersebut memiliki dasar warna hitam kemudian diberi bordir warna merah, kuning, hijau dan putih.
Perajin Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kain bordir Ida Kerawang Gayo, Asmaini sudah sejak tahun 2013 menjahit dan menerima orderan kerawang Gayo. Untuk memproduksi kerawang Gayo dibutuhkan waktu kurang lebih seminggu.
Peningkatan produksi difokuskan pada produksi kerajinan kerawang Gayo. Hal ini juga sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya luhur Suku Gayo khususnya yang berada di Gayo Lues dan sekaligus meramaikan pasar dengan produk-produk daerah.
Sementara untuk motif kerawang pada baju atau gaun biasanya siap dalam waktu tiga hari. Ada beberapa motif yang sering di produksi oleh Asmaini, yaitu rempele, sesirung, leladu, mun berangkat, puter tali, tabur dan beberapa motif lainnya.
Ia menyebutkan, dengan membawa ciri khas daerah sebagai fokus pengembangan, dapat memunculkan nama Gayo Lues dan meng-highlight identitas daerah. Ya, Provinsi Aceh dikenal memiliki banyak suku dan budaya. Salah satu suku yang mendiami wilayah dataran tinggi adalah suku Gayo.

Suku Gayo tersebar di beberapa Kabupaten yang ada di Aceh seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues dan sekitarnya.
Biasanya pada hari besar atau peringatan upacara tertentu, suku Gayo sering membawakan tari Guel. Penari Guel biasanya akan mengenakan kerawang Gayo atau Upuh ulen-ulen yang merupakan busana adat suku Gayo.
Kerawang Gayo merupakan kain yang bordir dengan motif-motif adat Gayo. Kain tersebut memiliki dasar warna hitam kemudian diberi bordir warna merah, kuning, hijau dan putih.
” Kita jahit masih tangan, untuk kerawang Gayo itu untuk selembar kain lebar itu bisa selesai selama seminggu,” katanya.
Dalam sebulan, Asmaini dapat membuat kerawang Gayo sebanyak delapan pcs setiap bulannnya. Selain menyediakan stok kerawang Gayo, dirinya juga membuka pesanan sesuai selera dari konsumen.
Sementara itu, untuk omset dari kerawang Gayo bervariasi mulai dari Rp. 1,3 Juta sampai 1,5 juta perbulannya.
Kerawang Gayo miliknya ini telah laku terjual di seputaran Gayo Lues , Aceh bahkan hingga ke tanah Abang Jakarta. Selain berjualan secara offline, ia juga menjual secara online di Instagram @ItemKerawangGayo.










Komentar