BANDA ACEH – Festival Teut Apam memiliki banyak makna. Salah satunya nilai ekonomis yang dapat bangkitkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta memperkuat ukhuah islamiyah antar sesama umat Islam.
“Apam maknanya sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah telah memberikan nikmat kepada kita selama 11 bulan,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, pada Minggu, 12 Maret 2023.
Kata dia, rasa syukur itu dilaksanakan dengan kenduri teut apam di Bulan Rajab. Makanan indatu khas Aceh itu juga merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam Kalender Hijriyah.
“Makna teut apam mempunyai semangat spiritual, bagaimana proses teut apam terjadi kerja sama. Menimbulkan suasana penuh keakraban dan memperkuat ukhuwah,” jelasnya.
Ia memaparkan, apam memiliki nilai pendidikan. Dengan pembelajaran teknik khusus membuat apam secara detail, di buat dengan rasa yang nikmat dan bentuk sempurna.
“Teut apam juga mengandung filosofi kesabaran dan kegigihan untuk membuat apam terbaik,” imbuhnya.
Kemudian, tambahnya, apam memiliki nilai keseimbangan dilihat dari cara pembuatannya dengan menentukan besarnya api dan ketepatan waktu.
Sumber : AJNN.net















Komentar