Fakta-fakta di Balik Perempuan yang Mengaku Kelaparan di Banda Aceh

Banda Aceh – Kabar seorang perempuan menelepon polisi karena kelaparan di Banda Aceh yang viral ternyata tidak sepenuhnya benar. Perempuan tersebut, Wardiah, menghubungi polisi karena ketakutan terhadap suaminya, bukan semata-mata karena lapar.

Fakta ini terungkap setelah Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah bersama aparat kepolisian dan perangkat gampong datang langsung ke rumahnya, pada Sabtu (25/4/2026).

Menurut Irwansyah, lokasi tempat tinggal Wardiah bukan berada di wilayah Kota Banda Aceh, melainkan masuk Kabupaten Aceh Besar, meski berada di kawasan perbatasan.

Kepada Irwansyah, Wardiah mengaku menghubungi call center polisi karena suaminya berencana datang ke rumahnya. Ia merasa terancam karena memiliki riwayat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang membuatnya trauma.

“Saya telepon polisi bukan karena lapar, tapi karena takut suami datang. Memang saat itu saya belum makan karena baru pulang dari rumah sakit,” tutur Irwansyah mengulang pengakuan Wardiah.

Saat polisi tiba di lokasi, Wardiah dan anaknya memang dalam kondisi lapar. Namun, kondisi itu terjadi karena ia belum sempat memasak setelah menjalani perawatan medis, bukan karena kelaparan berkepanjangan.

Irwansyah juga mengungkapkan, Wardiah merupakan warga Aceh Jaya yang kerap berpindah tempat tinggal tanpa melapor, sehingga tidak terdata oleh aparat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Irwansyah turut menyerahkan bantuan sembako untuk kebutuhan awal. Ia juga meminta dinas terkait dan perangkat gampong mencarikan solusi jangka panjang, termasuk akses bantuan sosial.

 

Komentar