Duh! Bocoran Kronologi Kesaksian Dugaan Pelecehan di UDD PMI Aceh Utara

Aceh Utara | Selembar dokumen yang diduga berisi kronologi kesaksian seorang korban berinisial MR bocor ke redaksi. Menariknya, tulisan itu mengungkap cerita detail yang mencengangkan.

Sebab, tentang dugaan pelecehan dan percobaan pemerkosaan, yang dialami MR selama bekerja di Unit Donor Darah (UDD) PMI Aceh Utara. Dalam kesaksian tersebut, MR menyebut nama sejumlah rekan kerjanya sebagai pelaku, masing-masing dengan cara dan perlakuan berbeda.

Namun sama-sama meninggalkan trauma mendalam. Diantaranya AK, WS, F, dan B. Menurut tulisan yang tertera dan dikirim le media ini. Nama AK merupakan yang pertama dituturkan di dokumen itu. MR menuturkan bahwa, sejak pertama kali masuk kerja pada April 2023, dirinya sudah menjadi sasaran perlakuan cabul.

Bahkan, suatu malam saat sedang sakit maag dan mengambil obat di kamar. MR mengaku dipaksa duduk di pangkuan pelaku, dibuka bajunya, diraba bagian sensitif, hingga dipaksa memegang kemaluan pelaku.

MR yang saat itu lemah karena sakit berusaha sekuat tenaga melawan. “Saya berulang kali bilang tidak mau, tapi dia tetap maksa,” tulis MR dalam kronologi itu. Situasi baru berhenti setelah MR mengancam akan berteriak keras.

Namun trauma berlanjut, esok harinya pelaku kembali mendatangi kamar dan mencoba membuka pintu sambil memanggil namanya. Nama lain yang muncul adalah WS.

MR menuliskan, sejak awal bekerja, dirinya kerap digoda dengan kata-kata mesum, disentuh tanpa izin, hingga dicengkeram tangannya saat kondisi tubuhnya lemah. WS disebut pernah terang-terangan bercanda cabul di depan rekan kerja lain, hingga merangkul MR di depan umum. Tak hanya itu, pelaku juga mengirim pesan pribadi lewat WhatsApp (WA) dengan kata-kata bernada mesra seperti “sayang” dan “kangen”, bahkan menelpon larut malam.

“Kalau saya menolak, dia hanya ketawa dan bilang tidak apa-apa asal istri tidak tahu,” tulis MR dalam kesaksiannya. Pelaku lain yang disebut adalah F. Pada 15 November 2024 sekitar pukul 21.10 WIB, MR mengaku disentuh di bagian sensitif tubuhnya ketika sedang bekerja. Ketika ia marah, rekan-rekan lain justru menertawakannya. MR menuliskan, candaan berbau alat kelamin sering dilontarkan di depan umum, bahkan baju korban pernah ditarik sambil dipaksa mendekat.

Nama B juga muncul dalam bocoran kronologi tersebut. Ia disebut sering melontarkan kata-kata mesum, menyentuh kepala, leher, dan bahu korban. Saat kegiatan donor darah di satu perusahaan di Aceh Utara, disitu tertulis perilaku itu disebut berulang.

Media ini berulang kali mencoba menghubungi, Kepala UDD PMI Aceh Utara, dr. Riska Nadia Amris, untuk melakukan konfirmasi terkait isu tersebut. Namun sejak Jumat (29/8/2025) hingga saat ini, Kepala Unit Donor darah Aceh Utara itu, belum merespon.

Komentar

baca juga