Banda Aceh: Dokter spesialis paru RSUD dr. Zainoel Abidin (ZA) Banda Aceh, dr. Dewi Betri Yani Fitri, Sp.P(K), mengingatkan pasien tuberkulosis (TBC) untuk disiplin menjalani pengobatan. Ia menyarankan agar pasien patuh dalam minimal enam bulan agar tidak berisiko mengalami kekebalan obat (resistance).
“Sering kali pasien merasa sembuh setelah dua atau empat bulan, lalu menghentikan obat. Padahal itu berbahaya. TBC bisa kambuh dan menjadi kebal obat,” ujar dr. Dewi dalam dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu (18/10/2025).
Kasus TBC resisten obat disebut semakin meningkat di Aceh. Kondisi ini membuat pasien harus menjalani pengobatan yang lebih lama dan menggunakan obat generasi baru. “Obat TBC resisten bisa diminum 9 bulan hingga 1 tahun lebih. Tapi tetap bisa sembuh jika disiplin,” jelas dr. Dewi.
Dr. Dewi juga menekankan pentingnya menjaga asupan gizi tinggi kalori dan protein selama masa pengobatan. “Pasien TBC perlu banyak makan protein seperti ikan dan telur putih. Gizi yang baik membantu tubuh melawan infeksi,” ungkapnya.
Untuk kasus TBC dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus (DM) atau HIV, pengobatan harus dilakukan secara terintegrasi. “Penyembuhan TBC akan lebih cepat kalau gula darah pasien DM terkendali. Jadi dua-duanya harus diobati bersamaan,” kata dr. Dewi.
Ia berharap masyarakat tidak takut berobat. Seluruh pemeriksaan dan pengobatan TBC dapat dilakukan gratis di puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. “Yang penting jangan putus obat, karena TBC bisa disembuhkan total,” pungkas dr. Dewi.









Komentar