BENER MERIAH – Keprihatinan mendalam terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah mendorong sekelompok warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, untuk bertindak.
Mereka secara swadaya menambal lubang di ruas jalan Pante Raya–Simpang Tiga, tepatnya di depan Taman Pedestrian, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit. Aksi tambal sulam itu bukan datang dari pemerintah, melainkan murni inisiatif warga yang tergabung dalam komunitas pemilik mobil coffee. Mereka iuran membeli material semen untuk menutup lubang-lubang berbahaya yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Kami prihatin melihat kondisi jalan yang setiap hari membahayakan pengguna. Sudah terlalu sering memakan korban. Maka kami sepakat patungan untuk menambalnya sendiri,” ujar Buyung, salah seorang pengusaha mobil coffee, kepada wartawan di lokasi, kemarin. Aksi warga ini sontak menjadi sorotan publik, sekaligus sindiran keras terhadap lambannya respon pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bener Meriah.
Edi, warga setempat yang turut menyaksikan aksi tersebut, menyayangkan sikap abai dari dinas terkait. Ia menilai jalan rusak di kawasan strategis itu sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan, meskipun menjadi jalur utama masyarakat. “Sejujurnya ini tamparan keras untuk Dinas PUPKP. Kalau bukan warga yang turun tangan, mungkin jalan ini terus dibiarkan rusak. Ini jalan utama, bukan gang kecil!” tegas Edi.
Ia juga menyoroti alasan klasik yang kerap dilontarkan pemerintah soal keterbatasan anggaran. “Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru bertindak. Jangan terus bersembunyi di balik alasan belum ada anggaran. Kami sebagai warga tidak mau tahu soal itu. Ini soal keselamatan,” ucapnya.
Sumber: AJNN.Net









Komentar