Bireuen – Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, Dr Marwan MPd, menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, pada 26–29 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor Umuslim didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Hakim Mutaqim BSc MEc Dev, Staf Ahli Rektor Dr Hendra Saputra MPd, Direktur Program Pascasarjana Prof Dr Halus Satriawan MSi, serta dosen Fakultas Pertanian, Rindira Humaira MSi.
Kegiatan berskala nasional tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dihadiri pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, pelaku industri, serta perwakilan pemerintah dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, sarasehan menjadi forum strategis untuk merumuskan rekomendasi kebijakan pembangunan nasional di berbagai sektor, antara lain ketahanan pangan, energi, kelautan, perikanan, minyak dan gas, pendidikan, kebudayaan, serta hilirisasi industri.
Rektor Umuslim, Dr Marwan, mengatakan kehadiran pihaknya tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas pemerintah sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi untuk mendukung berbagai program prioritas strategis pemerintah pusat. Kehadiran kami di forum ini menjadi bukti bahwa Universitas Almuslim siap mengawal visi besar pembangunan nasional,” ujar Marwan kepada Rakyat Aceh, Selasa (30/6).
Ia juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan potensi daerah, khususnya Kabupaten Bireuen dan Aceh, agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional.
“Kami berharap berbagai potensi lokal yang dimiliki Bireuen dan Aceh memperoleh ruang yang lebih luas serta dukungan penuh dari pemerintah pusat sehingga dapat berkembang secara optimal,” tambahnya.
Dalam pidato pembukaan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan bangsa.
Menurut Presiden, sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mulai dari revolusi pertanian hingga perkembangan teknologi modern, seluruhnya menjadi fondasi bagi kemajuan suatu bangsa.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 juga diisi dengan berbagai sesi diskusi interaktif yang membahas peluang kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, peneliti, dan dunia usaha. Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat daya saing Indonesia menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.










Komentar