BANDA ACEH – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan seekor Harimau Sumatera kembali kehabitat alaminya diwilayah Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Selasa (18/10).
Proses Lepasliar Harimau tersebut ikut didampingi oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah 2 Resor Kutacane, BBTNGL (Resor Sangir, SPTN Wilayah 3 Blangkejeren, BPTN 2 Kutacane), Bupati Gayo Lues, Waka Polres Gayo Lues, UPTD KPH Wilayah 5- DLHK Aceh, FKL, WCS-IP, Camat Dabun Gelang bersama masyarakat Desa Sangir.
Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengatakan, Harimau Sumatera yang dilepas ke habitatnya tersebut telah diberi nama Siti Mulye Putri Reuko.
Nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat Desa Sangir sebagai salah satu bentuk penghargaan dan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian satwa liar khususnya Harimau Sumatera.
“Siti Reuko-sapaan akrabnya, sebelumnya terkena jerat di lokasi Areal Penggunaan Lain (APL) wilayah Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues yang berdekatan dengan kawasan Hutan Lindung,” kata Agus kepada AJNN, Rabu (18/10).
Pada saat dievakuasi, kata Agus, Harimau Sumatera tersebut terjerat pada kaki kiri belakang yang mengakibatkan sistem sirkulasi dan motorik syaraf terganggu, sehingga tim dokter memutuskan untuk melakukan perawatan intensif di kantor SPTN 3 Blangkejeren BBTNGL.
Sumber : AJJN.net













Komentar