Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengambil langkah-langkah pengendalian inflasi guna menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Salah satu fokus utama adalah menjaga ketersediaan pangan agar inflasi tetap terkendali.
Saat ini, tingkat inflasi di Banda Aceh masih terkendali, yakni sebesar 1,78 persen secara year on year (yoy) dan 0,55 persen moth to month (mtm). Sementara tingkat inflasi nasional mencapai 2,75 persen (yoy) dan 0,37 persen (mtm).
Faktor pendorong inflasi diantaranya adalah komoditas beras, tomat, dan daging ayam ras. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) melakukan beberapa langkah strategis, di antaranya adalah melaksanakan operasi pasar murah di beberapa titik di setiap kecamatan.
Selain itu, dilakukan juga inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor untuk memastikan tidak adanya penahanan barang, seperti di Pasar Al Mahirah, Pasar Setui, dan Pasar Aceh. Pemantauan harga dan stok dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, serta kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan pangan terus dijalin.
Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menggalakkan gerakan menanam di perkarangan rumah warga dan rutin menggelar rapat teknis TPID yang dipimpin oleh Wali Kota bersama Forkopinda.
Pj Wali Kota Banda Aceh, Amirudin, menyatakan bahwa stok pangan masih stabil menjelang Ramadan, berkat keseriusan pihaknya bersama TIPD dalam memantau pergerakan harga pangan, terutama yang dibutuhkan menjelang bulan puasa dan hari raya.
Amirudfin menambahkan, “Mengingat kebutuhan masyarakat meningkat selama puasa, mungkin harga pangan akan sedikit bergejolak. Oleh karena itu, pengendalian inflasi menjadi sangat penting bagi kami untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan yang signifikan.”
Pj Wali Kota juga berharap agar selama Ramadan dan Idul Fitri, keamanan dan ketertiban dapat terjaga, baik dalam beribadah maupun dalam aktivitas ekonomi. “Kami telah menetapkan titik-titik penjualan daging meugang dan penganan berbuka di beberapa kawasan untuk menghindari kemacetan dan kekacauan di jalan-jalan dan pusat kuliner,” ujarnya.
Dalam rangka menjaga ketertiban tersebut, koordinasi antar dinas terkait, mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas Pangan, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP, di lapangan menjadi sangat penting.[red]










Komentar