Antisipasi Penyakit Pasca Banjir Aceh, BNPB Dirikan Tenda Darurat Kesehatan di Daerah Terisolasi

ACEH — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers terbarunya menyampaikan bahwa sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh masih belum memiliki akses memadai ke layanan Kesehatan Selasa 09/12/25.

Beberapa rumah sakit dan puskesmas di daerah tersebut dilaporkan rusak, tergenang lumpur, atau masih dalam tahap pembersihan sehingga belum bisa beroperasi penuh.

Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis, BNPB bersama Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah telah mendirikan tenda-tenda darurat kesehatan di sejumlah titik pengungsian dan wilayah yang fasilitas kesehatannya belum dapat difungsikan kembali.

Tenda tersebut digunakan sebagai pos pemeriksaan, perawatan awal, serta penanganan cepat bagi warga yang mulai mengalami gejala penyakit.

BNPB juga menyoroti potensi meningkatnya penularan penyakit pasca-banjir, terutama di area yang padat pengungsi dan minim sanitasi.

Kondisi lingkungan yang masih basah, kurangnya akses air bersih, serta keterbatasan fasilitas kebersihan membuat warga rentan terserang diare, ISPA, infeksi kulit, dan penyakit bawaan air lainnya.

“Kami khawatir penyakit-penyakit ini akan menular lebih cepat apabila tidak ditangani sejak dini, karena itu, keberadaan tenda kesehatan sangat penting sampai fasilitas medis utama bisa kembali beroperasi,” ujar Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers tersebut.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan, menghindari konsumsi air yang tidak layak, dan segera memanfaatkan tenda kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, diare, atau iritasi kulit.

Dengan upaya darurat yang terus diperkuat, pemerintah berharap penularan penyakit pasca-banjir dapat ditekan sembari mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan di daerah terdampak.

Komentar