Subulussalam : Dampak kemarau panjang membuat beberapa wilayah di Kota Subulussalam mengalami kekeringan, warga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mandi cuci dan kakus (MCK).
Pantauan RRI di Sungai Lae Kombih, Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, cukup banyak warga yang mandi, mencuci pakaian bahkan anak-anak berenang menggunakan ban.
Salah seorang warga dari Desa Penanggalan Barat, Lukas Cibro, saat ditemui RRI dipinggiran sungai mengatakan, dia mengakui kalau saat ini dia dan keluarganya harus memanfaatkan air sungai untuk mandi dan keperluan lainnya karena kesulitan mendapat air.
“Sudah hampir dua bulan kita kesulitan air dan harus mengambil air di sungai, sumur dirumah sudah mulai kering dan air PDAM juga sudah lama tidak hidup, jadi mau tidak mau kami harus mencuci pakaian dan mandi di sungai,” kata Lukas, warga Desa Penanggalan, Kamis, (1/8/2024).
Dikatakan Lukas bahwa untuk mendapatkan air dia harus menempuh hingga ratusan meter ke sungai, bahkan tidak sedikit hari ini beberapa warga terpaksa mengambil air sungai untuk minum, sebab semua sumur di rumah sudah mengering.
Disamping itu kata Lukas, sudah hampir dua bulan dirinya bersama warga lainnya terpaksa mengambil air sungai dari Desa Dasan Raja tersebut, bahkan diakuinya sehari bolak-balik sampai tiga kali untuk mendapatkan air.









Komentar